LAPORAN EVALUASI KINERJA KEUANGAN BUMDES

LAPORAN EVALUASI KINERJA KEUANGAN BUMDES

 

BUMDes Mandiri Nagrak Selatan

Periode: Tahun 2025

 

A. RINGKASAN EKSEKUTIF

Pada tahun 2025, BUMDes Mandiri Nagrak Selatan:

1.    Menghasilkan pendapatan sebesar Rp 457.830.000

2.    Mengalami rugi bersih sebesar Rp (3.732.000)

3.    Memiliki total aset Rp 341.268.000

4.    Tidak memiliki kewajiban (utang)

5.    Arus kas operasional negatif Rp (126.075.000)

6.    Bertahan berkat penyertaan modal desa Rp 345.000.000

 

Kesimpulan utama:

BUMDes masih dalam fase “pengembangan usaha”, dengan struktur keuangan kuat (tanpa utang), namun kinerja operasional belum efisien dan belum menghasilkan laba.

 

B. ANALISIS LABA RUGI (KINERJA OPERASIONAL)

Pendapatan

Sumber utama berasal dari:

1.    Penjualan barang dagangan: Rp 459.064.000

2.    Pendapatan jasa justru negatif (indikasi kerugian unit tertentu)

 

Artinya:

BUMDes sangat bergantung pada satu sumber usaha (perdagangan).

 

Profitabilitas

1.    Laba kotor: Rp (1.866.000) sudah rugi di level dasar

2.    Laba operasional:Rp (3.576.000)

3.    Laba bersih: Rp (3.732.000)

 

Masalah utama:

1.    Harga pokok penjualan (HPP) lebih tinggi dari pendapatan

2.    Beban operasional masih cukup besar dibanding margin

 

C. ANALISIS NERACA (KESEHATAN KEUANGAN)

Struktur Aset

Total aset: Rp 341.268.000

Komposisi:

1.    Aset lancar: Rp 182.516.000 (53%)

2.    Aset tetap: Rp 158.752.000 (47%)

 

️ Aset cukup seimbang antara likuid dan produktif.

 

Likuiditas

Kas: Rp 60.173.000

  ️ Likuiditas “cukup aman” untuk operasional jangka pendek.

 

Solvabilitas

Total kewajiban: Rp 0

 

️ “Sangat sehat”, karena:

·        Tidak memiliki utang

·        Risiko finansial rendah

 

Catatan Penting:

Aset biologis bernilai negatif: Rp (13.760.000)

️ Indikasi kerugian pada sektor peternakan (broiler)

 

D. ANALISIS PERUBAHAN EKUITAS

1.    Modal utama dari desa: Rp 345.000.000

2.    Rugi tahun berjalan: Rp (3.732.000)

 

️ Ekuitas akhir: Rp 341.268.000

 

Makna:

1.    Penurunan ekuitas disebabkan oleh kerugian usaha

2.    Tidak ada kontribusi dari masyarakat atau investor lain

3.    Tidak ada pembagian hasil (karena rugi)

 

E. ANALISIS ARUS KAS

Arus Kas Operasi

Rp (126.075.000) (negatif)

 

️ Penyebab:

1.    Biaya perawatan aset biologis sangat besar (Rp 518 juta)

2.    Biaya produksi tinggi

 

Arus Kas Investasi

Rp (158.752.000)

 

️ Digunakan untuk:

Pembelian aset tetap (kendaraan, mesin, bangunan)


Arus Kas Pembiayaan

Rp 345.000.000

️ Sumber utama:

Penyertaan modal desa

 

Posisi Kas

Saldo akhir kas:Rp 60.173.000

️ Tanpa modal desa, kas akan defisit.

 

F. ANALISIS TERPADU (INTISARI KINERJA)

 

Kekuatan

Tidak memiliki utang (risiko rendah)

Dukungan modal desa kuat

Memiliki aset tetap untuk pengembangan usaha

Kas masih positif

 

Kelemahan

❌ Usaha belum menghasilkan laba

❌ Arus kas operasional negatif

❌ Ketergantungan pada 1 sumber pendapatan

❌ Biaya produksi & biologis sangat tinggi

❌ Ada unit usaha yang merugi (indikasi: jasa & peternakan)

 

Peluang

📈 Optimalisasi unit usaha:

* Pengelolaan sampah (potensi pendapatan rutin)

* Wisata desa

* Pengolahan hasil ternak

 

📈 Diversifikasi usaha:

* Tidak hanya perdagangan

 

Ancaman

⚠ Kerugian berkelanjutan bisa menggerus modal

⚠ Ketergantungan pada dana desa

⚠ Risiko kegagalan usaha peternakan

 

G. REKOMENDASI STRATEGIS

Jangka Pendek (0–1 Tahun)

1.    Evaluasi unit usaha merugi (terutama peternakan & jasa)

2.    Tekan biaya produksi & operasional

3.    Perbaiki manajemen persediaan

4.    Fokus pada usaha yang menghasilkan cash flow cepat

 

Jangka Menengah (1–3 Tahun)

1.    Diversifikasi usaha (wisata, jasa lingkungan, UMKM desa)

2.    Tingkatkan efisiensi operasional (SOP ketat)

3.    Mulai melibatkan masyarakat dalam penyertaan modal

 

Jangka Panjang (3+ Tahun)

1.    Kurangi ketergantungan pada dana desa

2.    Bangun unit usaha unggulan yang stabil

3.    Targetkan BUMDes menjadi profit center desa

 

H. KESIMPULAN AKHIR

BUMDes Mandiri Nagrak Selatan berada pada fase:

“Tumbuh namun belum efisien”

1.    Secara struktur keuangan: **kuat (tanpa utang)

2.    Secara operasional: masih perlu perbaikan serius

 

👉 Fokus utama ke depan adalah:

meningkatkan efisiensi usaha dan menghasilkan arus kas positif dari operasional