LAPORAN
HASIL EVALUASI UNIT PETERNAKAN
DALAM
PRODUKSI AYAM BROILER PERIODE KE-3
(NOVEMBER
2025)
A. Data
ringkasan
ü Populasi DOC : 2.500 ekor
ü Ayam
terpanen :
2.296 ekor
ü Mortalitas : 204 ekor
ü Deplesi : 8,16%
ü Umur
rata-rata panen : 30,21 hari
ü Konsumsi
pakan total : 6.500 kg
ü Berat
rata-rata (BW) : 1,81
kg/ekor
ü Feed
intake per ekor : 2,83
kg/ekor (6.500÷2.296 =2,831 kg)
ü FCR
(Feed Conversion Ratio) : 1,56
ü IP
(Index Performance) : 352
B. Perhitungan
penting
ü Total bobot hidup terpanen = 2.296 × 1,81 = 4.155,76 kg
ü Mortalitas
(%) = 204 ÷ 2.500 × 100 = 8,16%
ü Survival
rate = 2.296 ÷ 2.500 × 100 = 91,84%
ü ADG
(Average Daily Gain) ≈ 1,81 ÷ 30,21 = ≈
59,9 g/hari.
C. Interpretasi
performa
1. Produktivitas & pertumbuhan
BW rata-rata 1,81 kg pada umur ~30 hari dan ADG ≈ 59,9 g/hari menunjukkan pertumbuhan “baik” untuk siklus pendek. Bobot ini kompetitif tergantung strain dan target pasar.
2.
Efisiensi pakan
FCR 1,56 adalah angka sangat baik (efisien): diperlukan 1,56 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg gain. Feed intake per ekor 2,83 kg konsisten dengan FCR dan BW yang dicapai.
3.
Kinerja keseluruhan
IP=352 mengindikasikan performa keseluruhan yang “memuaskan/unggul” (umumnya IP > 300 dianggap baik).
4.
Kesehatan / Mortalitas
Mortalitas 8,16% relatif lebih tinggi dari target ideal (seringkali target operasional <5–7% tergantung standar). Ini menurunkan jumlah terpanen dan menunjukkan ada masalah kesehatan/manajemen yang perlu ditangani.
D. Kekuatan
(yang harus dipertahankan)
ü Efisiensi pemanfaatan pakan sangat baik (FCR 1,56).
ü Berat
panen per ekor memuaskan di umur 30 hari → proses pemeliharaan, nutrisi, dan
genetik bekerja dengan baik untuk pertumbuhan cepat.
ü IP
352 menegaskan kinerja keseluruhan di level yang baik.
E. Area perbaikan & rekomendasi cepat untuk produksi berikutnya
1. Turunkan mortalitas (prioritas utama)
ü Lakukan
analisis penyebab kematian (catat mortalitas harian, gejala, waktu puncak).
ü Perkuat
program vaksinasi, sanitasi, dan biosekuriti.
ü Periksa
parameter lingkungan: ventilasi, suhu, kelembapan, kepadatan kandang, kualitas
air.
2.
Audit manajemen harian
Tingkatkan pencatatan harian: konsumsi pakan per kandang, mortalitas per hari, sampling berat mingguan. Ini memudahkan deteksi dini masalah.
3.
Tinjau praktik pemotongan/deplesi
Pastikan deplesi 8,16% berasal semata-mata dari mortalitas; jika ada pemotongan dipasang/penjualan awal, pisahkan dalam laporan untuk transparansi.
4.
Evaluasi nutrisi & feed program
Meskipun FCR sudah bagus, lakukan review formulasi (starter/grower) untuk memastikan biaya pakan tetap efisien tanpa mengorbankan performa.
F. Kesimpulan
singkat
Produksi menunjukkan “kinerja teknis yang kuat” (BW 1,81 kg; FCR 1,56; IP 352) — efisiensi pakan dan pertumbuhan sangat baik. Namun mortalitas 8,16% masih terlalu tinggi dan menjadi titik lemah utama yang mengurangi hasil akhir dan profitabilitas. Dengan intervensi pada manajemen kesehatan (vaksinasi, biosekuriti, lingkungan) dan perbaikan pencatatan harian, hasil panen dan efisiensi ekonomi dapat meningkat lebih lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar